Cerpen Pendidikan Terbaik

Cerpen Pendidikan – rendi senantiasa datang didalam mimpi. diam-diam, lantas menghilang. dahulu ia rekan sekantor. namun, dikarenakan barangkali pingin melakukan perbaikan nasib, ia mengirim istrinya ke amerika, justru pingin mengadu nasib. ia menyusul lantas, dengan meninggalkan pekerjaan tanpa pemberitahuan. melalui bali, hawaii, ia hingga ke california. di negeri penuh harapan ini ia mengawali kariernya yang baru, bangun subuh serta mengidari sisi kota, melempar-lemparkan koran ke rumah-rumah. tak tahu terlebih yang dikerjakannya, untuk kehidupan yang tidak mengetahui belas kasihan.

1 tahun ada di sana, ia kehilangan istrinya, derita yang membawa duka dikarenakan kanker payudara. sepi merundung hidupnya, di dalam keramaian kota serta keheningan pagi serta senja, membuatnya resah. mungkin hidup tidak mengetahui kompromi. kerja apapun mesti dikerjakan dengan patuh. namun umur yang diatas enam beberapa puluh itu cukup melelahkan untuk bertahan hidup. tiada kawan untuk menolong. seluruh bertahan hidup mesti berkejaran dengan waktu. dari agen koran subuh, hingga rumah jompo dari siang hingga senja, lantas pulang ke apartemen, merebahkan diri seorang diri, hingga waktu mengantar subuh serta mengulangi ritual siklus kehidupan.

dari kesunyian hati itu, ia cuti ke tanah air, untuk melacak rekan hidup pada umur senja.

namun, didalam kesunyian di tanah air, ia mengembara seorang diri, dengan bus serta kereta api. layaknya seorang turis, satu senja, tak tahu serangan apa yang mendera dadanya, mungkin asmanya kumat. ia terkulai di area hajat. di sesuatu stasiun kereta, petugas coba buka kamar toilet. mendapatkan kawan itu didalam situasi tidak bernyawa. identitas diketahui dengan alamat di los angeles. petugas stasiun menghubungi nama yang tercantum di los angeles. dari los angeles datang telephone ke alamat di bandung. dari bandung berita disampaikan pada anaknya, namun kebetulan tengah ke paris. jenazah dibawa ke rumah anaknya, serta dimakamkan kerabat dekat yang ada di kota “y”.

tragis, pada umur ke-64 itu, ia mengembara jauh merajut hidup, namun ia berhenti didalam kesepian, jauh dari kenalan serta kerabat. sebagian kenalan saja yang menghantarnya ke area istirah.

terus-terusan ia datang didalam mimpi yang membuatku bimbang – Cerpen Pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s